DESA MEKAR JAYA – KIM Mekar Jaya. Sebanyak 14 rumah warga yang tak layak huni di Desa Mekar Jaya kecamatan Bunguran Barat kabupaten Natuna, dapat bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR. Pengerjaannya sudah berjalan lebih kurang sejak sebulan lalu dan masih berjalan.
Program BSPS ini dinilai bisa menekan angka rumah yang tidak layak huni di Mekar Jaya. Muhamad Isa, kades Mekar Jaya mengatakan, bantuan yang diterima warganya langsung dari Kementerian PUPR yang ditransfer ke rekening masing-masing. Dari bantuan ini, 10 rumah warga yang kurang mampu diperbaiki atau direhab dan 4 buah rumah bangun baru.
Sebelumnya, pemerintah desa Mekar Jaya mengajukan proposal bantuan untuk 26 rumah. Namun, dalam realisasinya, desa Mekar Jaya hanya mendapatkan kuota 14 rumah saja.
“Setelah diseleksi 14 rumah layak untuk mendapat bantuan. Per unit mendapat bantuan sebesar Rp.15 juta untuk rehabilitasi dan 4 unit bangun baru mendapatkan bantuan senilai masing-masing Rp 30 juta. Ada fasilitator yang mendampingi pengerjaan sampai selesai dan juga supplier yang merupakan pengusaha lokal sebagai penyedia material. Dan pembangunan sendiri sudah berjalan sebulan yang lalu,” ujarnya.
Sebagai pemerintah desa, Muhamad Isa sangat berterimaksih kepada pemerintah pusat melaui Kementrian PUPR karena memberikan program bantuan bagi masyarakatnya.
“Nanti pemerintah desa akan ajukan lagi bagi warga yang kami nilai layak untuk mendapat bantuan. Perlu diketahui juga pemerintah desa tidak ikut dalam proses pembangunan, semuanya di serahkan kepada pihak fasilitator langsung dari Kementerian PUPR,” tuturnya.

Sementara, penerima program BSPS, Pak Nazir warga RT.03 RW.02 sangat gembira karena dapat membangun rumahnya yang sudah rusak parah. Baginya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), sangat membantu dirinya dan warga Desa Mekar Jaya lainnya untuk mendapat hunian yang layak.
“Alhamdulillah sangat terbantu sekali, akhirnya warga seperti saya bisa membangun rumah. Saya sudah memnbangun tiang dasar, dan tak ada dananya untuk melanjutkan pembangunannya sampai selesai. Kebetulan rumah saya layak mendapat bantuan, jadi kekurangan dana bisa terbantu. Syaratnya penerima bantuan ini juga harus ikut membangun secara swadaya,” ujarnya. (Ahdi-KIM.MJ)